klinik dokter bedah ortopedi jakarta

Biasnaya, bila terdapat pasien yang mengalami kesulitan dalam menggerakan anggota tubuhnya, dokter akan segera melakukakan beberapa tindakan medis mulai dari pemberian obat, terapi, hingga melakukan operasi di klinik dokter bedah ortopedi Jakarta ataupun rujukan rumah sakit yang dekat dengan pasien agar tidak menggangu aktifitas sehari-hari dari pasien tersebut. Lalu, apa itu bedah ortopedi? Apa manfaat hingga risiko setelah menjalani bedah ortopedi pada pasien? Serta bagaimana masa pemulihan dari bedah ortopedi? Mari simak bersama dalam artikel ini.

 

Apa itu bedah ortopedi?

Bedah ortopedi merupakan prosedur media yang dilakukan untuk mengatasi kondisi yang melibatkan system musculoskeletal. Cakupan dari bedah ortopedi sendiri meliputi tulang, sendi, ligmen, tendon, dan syaraf.

Bedah ortopedi dilakukan oleh dokter spesialis bedah ortoped dan traumatology yang sudah dilatih untuk menilai dan mengobti masalah yang muncul pada siste musculoskeletal. Tidak hanya melakukan pembedahan, dokter juga melakukan bedah ortopedi ini untuk berbagai keperluan antara lain :

  1. Menegakkan diagnosis cedera aau gangguan musculoskeletal
  2. Memberikan pengobatan dengan obat-obatan
  3. Memberikan rehabilitasi dengan rekomendasi latihan atau terapi fisik yang dibutuhkan oleh pasien untuk mengembalikan fungsi gerak yang cedera
  4. Memberikan informasi dan rencana perawatan guna mecegah atau memperlambat perkembangan penyakit.

 

Kapan waktunya pasien harus menjalani bedah ortopedi?

Pasien harus menjalani bedah ortopedi apabila rasa sakit yang dialami tidak kunjung membaik dalam beberapa minggu dalam masa pengobatan. Pasien juga memerlukan pembedagan apabila mengalami cedera traumatis seperti robekan ACL. Pada kasus cedera patah tulang terbuka yang membutuhkan tindakan pembedahan segera maka dokter akan melaksanakan serangkaian pemeriksaaan yang langsung dilanjutkan dengan tindakan operasi.

Intinya tidak semua kondisi cedera akan langsung dijalankan bedah ortopedi. Masih ada rekomendasi dan rujukan lain yang memengaruhi keputusan dokter sepert pemindaian sinar-X, MRI, dan CT scan. Jadi, sebelum melakukan tindakan bedah ortopedi masih ada serangkaian yang harus dijalani oleh pasien.

 

Apakah ada risiko komplikasi yang timbul setelah menjalani bedah ortopedi?

Ada beberapa risiko yang muncul setelah menjalani bedah ortopedi, diantaranya adalah efek anastesi atau obat bius yakni ketika pasien memiliki sensitivitas terhadap salah satu zat yang terdapat pada obat bius. Ada berbagai efek yang ditimbulkan seperti mual, kedinginan, sulit bernapas, atau gangguan fungsi kognitif. Ada juga infeksi yang bisa timbul akibat bedah ortopedi. Terkadang infeksi yang muncul bisa diatasi, namun terkadang ada juga pasien yang memerlukan prosedur bedah tambahan dan perawatan jangka Panjang untuk mengatasi infeksi. Ada juga efek gumpalan darah, dimana biasanya setelah operasi dokter akan melakukan kompresi, mobilisasi, atau menggunakan pengencer darah untuk mencegah penggumpalan darah terjadi.

Perlu diingat bahwa risiko kompilkasi pasca operasi bisa saja terjadi pada pasien. Pasien harus mengetahui tanda-tanda infeksi atau pembekuan darah. Jika terjadi, sebaiknya pasien segera menghubungi dokter untuk mendapatkan bantuan.

 

Bagaimana pemulihan setelah melakukan bedah ortopedi?

Untuk pemulihan dari bedah ortopedi tergantung pada prosedur yang pasien jalanin serta faktor lainnya seperti usia dan kepatuhan terhadap anjuran dari dokter. Setelah bedah, biasanya akan muncul rasa nyeri. Bila hal itu terjadi, dokter akan membuatkan resep untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien. Untuk pemulihan dari bedah ortopedi sendiri memang memakan waktu yang cukup lama, ada pasien yang butuh untuk melakukan terapi guna mengembalikan mobilitasnya.

 

Semoga dengan adanya artikel ini, kamu bisa mengetahui mengenai bedah ortopedi, manfaat, risiko, hingga pemulihannya.

 

 

 

Mengenal Bedah Ortopedi: Manfaat, Risiko, Hingga Pemulihan

Leave a Reply

Your email address will not be published.