Di Kecamatan Cimanggun, Kabupaten Sumedang dilaporkan masih belum ditemukan. Sebelumnya telah terjadi bencana longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (9/11/2021) kemarin. Akibatnya terdapat 64 korban dengan rincian 25 orang selamat.

Sedangkan 16 orang meninggal dunia dan 23 lainnya masih dalam pencarian. Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, selain menurunkan anjing pelacak, pihaknya juga menerjunkan, 250 personel untuk melakukan pencarian para korban tersebut. "Hari ini ada dua anjing pelacak yang diturunkan untuk membantu evakuasi pencarian jenazah akibat tertimbun longsor," ujarnya saat ditemui di Posko SAR Cimanggung, Selasa (12/1/2021).

Sementara untuk mengantisipasi longsor susulan kembali terjadi, warga yang tinggal di area longsor untuk mematuhi petunjuk dari petugas. "Ketika terjadi hujan deras, warga diminta untuk tidak mendekat ke lokasi, karena masih ada retakan retakan yang sudah teridentifikasi." "Area tersebut masih berpotensi longsor, sehingga dapat mengantisipasi hal yang tidak diinginkan kembali terjadi," katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini proses pencarian korban masih terus berlangsung dan pihaknya terus mengikuti petunjuk saran dari Basarnas, lantaran karakteristik tanah di lokasi masih bergerak. Selain itu, pihaknya juga selalu meminta update prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam melakukan proses pencarian tersebut. "Setiap per 6 jam, kami selalu meminta update prakiraan cuaca dari BMKG, karana curah hujan diatas 100 ml. "

"Kemungkinan tanah turun lagi akan ada, sehingga proses evakuasi dihentikan saat turun hujan berlangsung," ucap Eko.

Update Longsor Cimanggung: 23 Orang Masih Hilang, Ratusan Personil Diterjunkan dalam Pencarian

Leave a Reply

Your email address will not be published.